Saturday, November 7, 2015

Genetika Dasar PENENTUAN JENIS KELAMIN




BAB I
PENDAHULUAN
Kromosom adalah suatu struktur makromolekul yang berisi DNA di mana informasi genetik dalam sel disimpan. Kata kromosom berasal dari kata khroma yang berarti warna dan soma yang berarti badan Kromosom terdiri atas dua bagian, yaitu sentromer / kinekthor yang merupakan pusat kromosom berbentuk bulat dan lengan kromosom yang mengandung kromonema & gen berjumlah dua buah (sepasang).
Pewarisan Rangkai X Percobaan yang pertama kali mengungkapkan adanya peristiwa rangkai kelamin dilakukan oleh T.H Morgan pada tahun 1910. Dia menyilangkan lalat D. melanogaster jantan bermata putih dengan betina bermata merah. Lalat bermata merah lazim dianggap sebagai lalat normal atau tipe alami (wild type), sedang gen pengatur tipe alami, misalnya pengatur warna mata merah ini, dapat dilambangkan dengan tanda +.  Biasanya, meskipun tidak selalu, gen tipe alami bersifat dominan terhadap alel mutannya. Hasil persilangan Morgan tersebut, khususnya pada generasi F1, ternyata berbeda jika tetua jantan yang digunakan adalah tipe alami (bermata merah) dan tetua betinanya bermata putih. Dengan perkataan lain, perkawinan resiprok menghasilkan keturunan yang berbeda. Persilangan resiprok dengan hasil yang berbeda ini memberikan petunjuk bahwa pewarisan warna mata pada Drosophila ada hubungannya dengan jenis kelamin, dan ternyata kemudian memang diketahui bahwa gen yang mengatur warna mata pada Drosophila terletak pada kromosom kelamin, dalam hal ini kromosom X. Oleh karena itu, gen pengatur warna mata ini dikatakan sebagai gen rangkai X.
Sedangakan pada umumnya kromosom Y hanya sedikit sekali mengandung gen yang aktif. Jumlah yang sangat sedikit ini mungkin disebabkan oleh sulitnya menemukan alel mutan bagi gen rangkai Y yang dapat menghasilkan fenotipe abnormal. Biasanya suatu gen/alel dapat dideteksi keberadaannya apabila fenotipe yang dihasilkannya adalah abnormal. Oleh karena fenotipe abnormal yang disebabkan oleh gen rangkai Y jumlahnya sangat sedikit, maka gen rangkai Y diduga merupakan gen yang sangat stabil.

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Peranan kromosom X dan Y pada manusia
Seperti halnya dengan lalat drosophila, maka kromosom X pada manusia membawa gen-gen yang menentukan sifat perempuan. Akan tetapi fungsi kromosom Y pada manusia sangat berbeda dengan lalat drosophila. Jika kromosom Y pada drosophila sama sekali tidak mempengaruhi jenis kelamin lalat, maka pada manusia kromosom Y merupakan kromosom yang memiliki gen-gen sifat untuk laki-laki. Berapapun banyaknya kromosom X dimiliki seseorang, asal disamping itu masih mempunyai kromosom Y sebuah saja, maka orang itu adalah laki-laki. Sedangkan autosom pada manusia sama sekali tidak berpengaruh pada jenis kelamin. Pada hewan menyusui Penentuan jenis kelamin pada hewan-hewan ini mengikuti sitem XY, hewan betina adalah XX dan yang jantan adalah XY.
v  Teori Dapatkan Anak Laki-laki           
Sebuah teori yang sangat popular adalah teori Akihito. Teori yang berasal dari Jepang ini merupakan temuan kaisar Jepang Hirohito yang juga ahli biologi. Teori ini sangat sederhana, dimana untuk pasangan suami isteri yang berkeinginan mendapatkan anak laki-laki sebelum hamil perlu mengatur diet makanan yang dikonsumsi.
B.     KELAINAN PADA KROMOSOM KELAMIN
1.      Sindrom turner
Sindrom Turner atau Ullrich-sindrom Turner (juga dikenal sebagai "disgenesis gonad") meliputi beberapa kondisi, yang monosomi X (tidak adanya kromosom seks seluruh) adalah yang paling umum. Ini adalah kelainan kromosom di mana semua atau bagian dari salah satu kromosom seks tidak ada (manusia tidak terpengaruh memiliki 46 kromosom, dimana 2 adalah kromosom seks). Khas perempuan memiliki 2 kromosom X, tapi dalam sindrom Turner.
Ada kelainan fisik karakteristik, seperti perawakan pendek, pembengkakan, dada lebar, garis rambut rendah, rendah-set telinga, dan leher berselaput. Anak perempuan dengan sindrom Turner biasanya mengalami disfungsi gonad (ovarium tidak bekerja), yang mengakibatkan amenore (tidak adanya siklus menstruasi) dan kemandulan. Masalah kesehatan Concurrent juga sering hadir, termasuk penyakit jantung bawaan, hipotiroidisme (sekresi hormon tiroid berkurang), diabetes, masalah penglihatan, masalah pendengaran, dan banyak penyakit autoimun lainnya.
2.      Sindrom Klinefelter
Sindrom Klinefelter adalah kelainan yang hanya terjadi pada laki-laki. Laki-laki normal memiliki kromosom X dan kromosom Y (XY). Tetapi laki-laki yang memiliki sindrom Klinefelter memiliki kromosom X tambahan sehingga jumlah kromosom seks nya menjadi XXY, dan formula kromosom mereka menjadi 47,XXY, bukan 46, XY , Orang-orang dengan kelainan ini secara fenotip sebagai laki-laki dengan karakteristik lebih feminin, hal ini semakin menjadi jelas saat mereka memasuki fase pubertas. Tinggi badan mereka diatas tinggi rata-rata, tidak menunjukkan adanya perkembangan kelamin sekunder, seperti tidak tumbuh rambut pada wajah (kumis, jenggot, dan cambang), tidak tumbuh rambut pada ketiak, dada dan pubis. Kelebihan kromosom X berdampak langsung pada ketidakmampuan testis membentuk sperma dan hormon kelamin laki-laki seperti testosteron.
3.      Wanita super
Sindrom Triple-X adalah satu jenis variasi kromosom disebabkan oleh perwujudan 3 kromosom X (trisomi) dalam gamet. Penderita mempunyai fenotip perempuan. Sindrom Triple-X terjadi terjadi akibat abnormalitas pembelahan kromosom menjadi gamet semasa meiosis. Perempuan dengan keadaan ini (lebih kurang 0.1% populasi perempuan) dan tidak memiliki risiko terhadap masalah kesehatan lainnya. Kariotip penderita sindrom Triple-X mempunyai 47 kromosom. Sindroma tripel X ini dalam beberapa hal dapat dibandingkan dengan lalat Drosophila betina super (XXX). Tetapi pada Drosophila, lalat demikian itu biasanya sangat abnormal dan steril atau bahkan letal. Sedangkan orang perempuan XXX kadang-kadang sukar dibedakan dengan orang perempuan normal, meskipun ada tanda-tanda kelainan seperti mental abnormal, menstruasi sangat tidak teratur. ciri-ciri umum penderita syndrome triple X yaitu Fisik Lebih tinggi dari orang normal (kira-kira 172cm), Kepala kecil, mongolisme,Terdapat lipatan kulit pada epicanthal
4.      Pria XYY
Pada sindroma XYY seorang bayi laki-laki terlahir dengan kelebihan kromosom Y, Pria biasanya hanya memiliki 1 kromosom X dan 1 kromosom Y.digambarkan sebagai 46,XY pria dengan sindroma XXY memiliki 2 kromosom Y dan digambarkan sebagai47 XYY.  Berikut Contoh gambar  pria dengan kromosom XYY

C.    KELAINAN PADA AUTOSOM
Kelainan autosom dapat terjadi pada priadan wanita, suatu contoh yang banyak terdapat diindonesia ialah sindrom down. Sifat penderita sindrom down biasanya tubuhnya kelihatan pendek dan punting, muka lebih bulat, kelopak mata atas memiliki lipatan epikantus sehingga mirip dengan orang oriental, iris mata kadang-kadang bintik-bintik disebut “brushfield”, mulut biasanya selalu terbukadan ujung lidah membesar keluar dari lubang mulut, hidung lebar dan datar, pada telapak tangan (dari salah satu kedua tangan) hanya terdapat sebuah garis horizontal, ibu jari kaki kedua jari kaki biasanya tidak rapat, memiliki kelainan jantung, memiliki IQ yang sangat rendah, selalu memperlihatkan wajah gembira, dan biasanya kebanyakan penderita sindrom Down merupakan anak terakhir dari suatu keluarga besar yang usia ibunya pada waktu melahirkan anak tersebut sudah terlalu tua.
v  Pada tumbuhan-tumbuhan berumah dua
Kebanyakan tumbuh-tumbuhan mempunyai benang dengan benang sari (alat kelamin jantan) dan putik (alat kelamin betina). Bunga demikian dinamakan bunga demikian disebut bunga Hermafrodit (bunga banci). Berhubungan dengan itu kebanykan tumbuh-tumbuhan tidak dapat dibedakan jenis kelaminnya. Tetapi ada tumbuh-tumbuhan yang dapat dibedakan atas tanaman jantan (bunganya hanya memiliki benang sari saja tanpa putik) dan  tanaman betina (bunganya memilikmi putik saja). Pada tumbuh-tumbuhan demikian ini dapat dibedakan jenius kelamin, yang mengikuti system XY  pula, tanaman betina adalah XX, sedangkan yang jantan XY. Contohnya pada tanaman salak.

D.    BERBAGAI TIPE PENENTUAN JENIS KELAMIN
a.       Tipe XO
Sistem XO dijumpai pada beberapa jenis serangga, misalnya belalang. Di dalam sel somatisnya, individu betina memiliki dua buah kromosom X sementara individu jantan hanya mempunyai sebuah kromosom X. Jadi, hal ini mirip dengan sistem XY. Bedanya, pada sistem XO individu jantan tidak mempunyai kromosom Y. Dengan demikian, jumlah kromosom sel somatis individu betina lebih banyak daripada jumlah pada individu jantan. Sebagai contoh, E.B. Wilson menemukan bahwa sel somatis serangga Protenor betina mempunyai 14 kromosom, sedang pada individu jantannya hanya ada 13 kromosom.
b.      Tipe ZW
Pada  beberapa jenis burung, kupu-kupu, ikan, dan reptile, ditemukan bentuk kromosom kelamin yang berlainan. Pada jantan memiliki sepasang kromosom kelamin yang sama bentuknya, maka dikatakan bersifat homogametic. Yang betina bersifat heterogenetic, karena 1 kromosom kelamin berbentuk seperti pada yang jantan, sedangkan yang satu lagi sangat lain bentuknya. Jadi keadaan ini kebalikan dengan manusia, sebab pada manusia yang laki-laki adalah heterogametic (XY) sedangakan yang perempuan homogametic (XX). Untuk menghindari kekeliaruan maka kromosom kelamin pada hewan-hewan tersebut diatas disebut ZZ dan ZW. hewan adalah ZZ sedangakn yang betina ZW, jadi semua spermatozoa mengandung kromosom kelamin Z sedangakan sel telurnya ada  kemungkinan mengandung kromosom kelamin Z da nada kemungkinan mengandung kromosomj kelamin W.
c.       Tipe ZO
Pada ungags (ayam, itik, dan sebagainya) susunan kelaminnya berbeda lagi, yang betina hanya memiliki sebuah kromosom kelamin saja, tetapi bentuknya berbeda dengan yang dijumpai pada belalang. Karena itu ayam betina zo (heterogametik). Ayam jantan memiliki sepasang kromosomkelamin yang sma bentuknya maka menjadi ZZ (homogametic). Jadi spermatozoa ayam hanya satu macam saja, yaitu membawa kromosom kelamin Z, sedangkan sel telurnya ada dua macam mungkin membawa kromosom Z dan mungikn juga tidak memiliki kromosom kelamin sama sekali.
d.      Tipe haploid-diploid
Pada serangga yang termasuk ordo hymenoptera         seperti lebah  madu, semut, lebah, penentuan jenis kelaminnya sama sekali tidak ada  hubungannya dengan kromosom kelamin. Lebah madu bjantan misalnya, terjadi karena perftenogenase, yaitu terbentuknya makhluk dari8 sel telur tanpa didahului oleh pembuahan. Dengaan demikian maka lebah madu jantan bersifat haplod, yang memiliki 16 buah kromosom. Sel telur yang dibuahi oleh spermatozoon akan menghasilkan lebah madu betina yang berupa lebah ratu dan pekerja, masing-masing bersifat diploid dan memiliki 32 kromosom. Karena perbedaan tempat dan makanan, kak lebah ratu subur (fertile), sedangkan lebah pekerja madu mandul (steril).           Jadi jenis kelamin dari serangga-serangga tersebut  tidak ditentukan oleh kromosom kelamin seperti yang lazim berlaku pada makhluk lainnya, akakn tetapi tergantung dari sifat plodi dari serangga itu. Jika serangga bitu haploid, ia adalah jantan sedangkan serangga itu diploid ia adalah betina.  
E.     GEN TUNGGAL DAN PENENTUAN JENIS KELAMIN
penentuan jenis kelamin pada beberapa makhluk hidup dipengaruhi oleh kegiaran yang berlainandari gen-gen tunggal. Tanaman jagung (zea mays) misalnya, merupakan tanaman berumah satu (bunga jantan dan bunga betina terdapat pada satu tanaman). Jika gen (ba) homozigotik, maka tongkol yang biasanya merupakan bunga betina akan berubah membentuk struktur benang sari. Sebaliknya bila gen (ts) homozigotik maka malai yang biasanya merupakan bunga jantan berubah membentuk struktur  seperti putik dan tidak menghasilkan serbuk sari. Tanaman dengan genotip babatsts adalah jantan. Peristiwa ini menunjukkan tanaman berumah satu dapat berubah menjadi tanaman berumah dua atau kebalikannya, sebagai aakibat adanya mutasi dari dua buah gen dalam hal ini Bb menjadi bb dan Ts menjadi ts.
F.     PENENTUAN JENIS KELAMIN DAN LINGKUNGAN LUAR
Pada beberapa hewan tingkat rendah, penentuan jenis kelamin tidak genetic melainkan tergantung dari lingkungan luar. Individu jantan dan betina mempunyai genotif yang sama, tetapi suatu rangsang dari sumber lingkungan menentukan pertumbuhan kelamin jantan atau betina. Contohnya cacing laut Bonnelia yang jantan kecil, mengalami degenerasi dan hidup didalam rahim cacing betina yang besar. Semua alat dari cacing jantan mengalami degenerasi kecuali alat reproduksi, sehingga dapat membuahi sel telur dari cacing betina.
G.    SEKS MEMBALIK SEBAGIAN
Crew (1923) menemukan bahwa jenis kelamin ayam betina yang dewasa dapat berubah menjadi jantan . ayam betina yang membalik jenis kelaminnya itu memliki bulu ekor seperti ayam jantan, dapat berkokok dan berlaku sebagai induk jantan terhadap anak-anaknya. Ayam betina yang membalik jenis kelainnya itu disebabkan karena rusaknya ovarium atau karena ovarium diserang suatu pnyakit, walaupun ayam betina itu membalik jenis kelaminnya tetapi susunan kromosomnya tetap sama, yaitu ZO. Ayam memilikidua gonada, tetapi pada ayam betina gonada yang sebelah kiri berkembang menjadi ovarium, sedangkan yang kanan mengalami degenerasi. Penyelidikankan oleh crew ini membuktikan bahwa ovarium pada ayam betina yang membalik jenis kelaminnya telah rusak karena tuberkulose, sehingga gonad  sebelah kanan berkembang menjadi testis.



BAB III
KESIMPULAN
Peranan kromosom X dan Y pada manusia adalah pada kromosom X membawa gen-gen yang menentukan sifat perempuan sedangakankromosom Y merupakan kromosom yang memiliki gen-gen untuk sifat laki-laki. Kelainan kromosom pada manusia dapat dibedakan menjadi 4 yaitu kelaininan pada kromosom kelamin, sindrom klinefelter, wanita super dan pria XYY. Kelainan autosom dapat terjadi pada laki-laki dan perempuan contoh yang banyak terjadi di Indonesia yaitu Sindrom Down.
Berbagai tipe penentuan jenis kelamin yaitu tipe XO, ZW, ZO,  dan tipe haploid diploid. Penentuan jenis kelamin pada beberapa makhluk hidup dipengaruhi oleh kegiatan yang berlainan dari gen-gen tunggal selain itu penentuan jenis kelain juga ada yang dipengaruhi oleh lingkungan luar. Dan pada seks membalik sebagian kelamin betina dapat berubah menjadi kelamin jantan karena rusaknya ovarium.











DAFTAR PUSTAKA

Suryo. 2008.Genetika Strata 1. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
Bidanshop.2009.Memilih Jenis Kelamin Bayi. Online
(diakses pada hari Kamis, 31 Mei 2012)

No comments:

Post a Comment